Langsung ke konten utama

Postingan

Immortality through Uploading Minds to Computers

Imagine if you can do this......Is it going to be a utopian or dystopian future?

Jarang sakit

Saya bersyukur bahwa saya termasuk orang yang jarang sakit.  Apabila sakit, saya tidak mengkonsumsi obat aneh-aneh. Waktu kecil jika panas, ibu saya hanya memberikan obat turun panas untuk anak-anak. Di era 1980-an ada produk yang namanya “Bodrexin” dan “Inzana”. Waktu remaja saya hanya mengkonsumsi Mixagrip atau oba-obatan flu yang bisa dibeli di warung apabila sakit kepala atau flu. Waktu dewasa saya praktis hanya minum Panadol saja kalau sait kepala atau flu. apabila sakit kepalanya cukup berat saya minum Panadol yang mengandung kafein, kalau ringan saya pilih yang tidak paka kafein. Sakit terparah yang pernah kualami adalah sakit kulit gatal di jari tangan yang sering kumat waktu SD, tampaknya karena saya sering main di kali dekat rumah yang sebenarnya juga tempat buangan limbah rumah tangga ( sewage ). Sampai tahun 2022 saya juga baru sekali di rawat di rumah sakit karena demam tipes setelah pulang dari sekolah di Inggris.

Eternity lies in the written world

Eternity lies in the written world. Your minds will surely die one day. Your neurons and organs for expressing ideas will stop working and will rapidly decompose. If until we die there is no technology that allow us to back them up, everything in our minds will be gone forever. There could be an afterlife as proposed by many religions, but we cannot be 100% sure that there will be such a life since no one ever returned from their death. Even if so, how can we be sure that the individual entity raised would be the same personality as us? When you are dead there could probably be only oblivion, your consciousness and memories will be gone. You, perhaps, cannot even regret that you have not shared important testimonies or experience to other people or those of future generations. You only exist in other people’s memories. In short, you need to write what you need to share to make yourself immortal. Start from now before you regret! You will be forgotten one day if you do not leave any not...

Pindah Tempat dan Sensasi Surealis

Pernah mengikuti kisah Alice in Wonderland? Setiap dia masuk ke "rabbit hole" dia terbawa ke dunia baru yang surealis. Itulah yang saya rasakan setiap pindah ke tempat baru, menemukan suasana baru yang surealis (seperti alam mimpi yang tidak nyata) dan ketika sudah pindah mengalami suasana surealis lain karena terkenang tempat yang lama yang jauh berbeda. Sejak kecil saya hanya tinggal di seputaran kota Batang dan Pekalongan di pantai utara Jawa Tengah. Pada umur 18 tahun, saya mulai nomaden, sering pindah-pindah tempat. Pertama ke Jogja, kemudian Jakarta dan akhirnya beberapa kali pindah ke luar negeri karena tuntutan nasib. Beberapa negara yang saya tinggali minimal 1 tahun adalah, Inggris, Arab Saudi, Swiss dan Austria. Saya juga pernah mengunjungi singkat beberapa negara lain, yaitu Australia, Jepang, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, India, Qatar, UAE, Oman, Bahrain, Yordania, Kuwait, Tunisia, Kenya, Slowakia, Slovenia, Italia, Perancis, Jerman, Belanda, Belgia, Luxemb...

Friendly Fire

" Friendly fire " adalah istilah militer yang tidak bisa kufahami. How friendly is friendly fire if you get killed? Can you fire at somebody and still be friendly? Aneh juga para penutur bahasa inggris ini. Istilah friendly fire digunakan dalam ilmu strategi untuk menyebut pertempuran atau insiden saling tembak antara dua pasukan atau prajurit yang masih satu pihak, bukan lawan. biasanya terjadi karena ketidaktahuan, salah identifikasi atau sengaja karena terprovokasi. Entah kenapa pemakai bahasa Inggris menggunakan kata " friendly " untuk " fire ". Oxymoron ? (seperti halnya " sweet misery " atau judul acara MTV " cool crap "). Kata apa yang sebaiknya digunakan? Misfire? Mistarget? Misencounter? Inside fire? Memang susah juga. Sepertinya kita memang kita harus take for granted pakai istilah itu, dan ternyata website BBC pun menyebutnya sebagai friendly fire , meski kata "friendly"-nya masih dengan tanda petik. Sampai sekarang...

Four Reasons Why I Prefer Summer over Winter

After several times I experienced winter, I can now understand why so many ancient civilizations chose to worship the sun as their god (for example, the Inca and the ancient Egypt). even the English people call their special day of the week as "Sunday". I think whoever created the universe has been so kind, providing us with a huge source of energy called 'the sun' to keep this planet alive. I personally enjoy sunshine very much, even though if it's scorching like that in the region where i'm living now (the Arabian Peninsula). However, even here apparently I still have to endure chilling winter for at least three months every year. There are at least four reasons why I tend not to like winter: 1. I do not like wearing cumbersome winter clothings. I prefer t-shirts and short pants 2. In the winter I tend to sleep longer because I'm too lazy to get up when the outside temperature is so cold and the blanket is too cozy. 3. I have to turn on the heater which ...

Susu Yogurt alias Laban

Dulu saya tidak suka yang namanya yogurt dan waktu kuliah di Inggris dulu selalu melihat dengan penuh keanehan teman-teman dari Turki dan negara-negara lain yang berkultur "dairy" melahap yogurt dengan nikmat. Sekarang di negeri Arab saya menemui benda sejenis yogurt yang bernama 'laban'. Ujud laban cair seperti susu sapi biasa tapi sebenarnya sudah difermentasi. Rasanya agak asem. Orang Indonesia yang pertama kali nyoba biasanya tidak doyan, tapi yang sudah doyan biasanya ketagihan. Laban paling nikmat diminum setelah makan nasi arab dan kambing. Bahkan ada orang-orang yang bisa menikmatinya dengan langsung mencampur minuman ini dengan nasi seperti kuah. Saya dulu juga sempat merasa aneh waktu pertama kali mencoba, Tapi setelah 4-5 kali jadi doyan. Konon laban ini bagus untuk pencernaan, apalagi yang berlabel " active ". Makanya sekarang saya langung main samber saja kalau bertemu laban dan sekarang udah memasukkannya ke dalam daftar wajib belanja rutin. Se...