Waktu SD di kota Batang tahun 1980-an saya berkesempatan belajar gamelan yang diajarkan oleh guru kesenian kami, Pak Diono, yang berasal dari Klaten. Saya belajar gamelan sejak kelas IV sampai kelas V. Menurut saya, Pak Diono sangat ahli di gamelan, karena beliau bisa mengajarkan banyak lagu, dari lagu yang dinamis yang disebut "lancaran" sampai lagu pelan jenis "ketawang" yang memainkan tembang-tembang syahdu seperti Kinanthi atau Dandanggula. Kebetulan alat gamelan di SD saya cukup lengkap dan bisa memainkan tangga nada pentatonis jenis Slendro maupun Pelog, meskipun bahan logamnya hanya dari besi, bukan perunggu yang merupakan standar gamelan bagus. Pertama saya pegang instrumen yang kurang penting yaitu "kethuk" (mendampingi "kenong") karena masih junior, cuma satu nada monoton tapi ketukannya harus selalu pas. Karena gampang sekali, saya berkesempatan banyak memperhatikan cara bermain alat musik gamelan lain yang lebih susah yang dimainkan ...
Sekedar berbagi cerita hidup, mungkin bermanfaat, mungkin juga tidak. Hobi: seni, komedi, sains and musik thrash metal. Postingan-postingan singkat di Twitter: https://x.com/alamnalaraya