Langsung ke konten utama

Ketemu Tokoh-tokoh Terkenal

Ketemu tokoh terkenal menjadi sensasi tersendiri, terlebih apabila masa kecil kita di kampung yang jauh dari Jakarta sampai remaja sehingga jarang ketemu orang-orang terkenal. 

Di entri blog ini saya akan coba menyusun daftar A -Z  tokoh- tokoh/grup band terkenal yang saya temui secara sengaja maupun tidak sengaja, bahkan mungkin sekedar papasan. 

Daftar ini tentunya sekedar berdasarkan ingatan saja, karena saya jarang sekali minta foto.

Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY)
Alwaleed bin Thalal
Anthonie Albanese
Antonio Guterez
Arswendo Atmowiloto, di RS Pondok Indah
Ayu Azhari, di Plaza Senayan
Chandra Darusman, di Jenewa dan Jakarta
Deddy Yusuf
D'Masiv
Dewa 19
Fadli Zon, politisi, beberapa kali
GM Sidharta, kartunis, di Blok M Mall.
Helloween, grup metal Jerman di Ancol
Ian Antono, 2026, papasan di stasiun gambir.
Iis Dahlia, c 2011 di KBRI Seoul
Gibran Rakabuming Raka
Joko Widodo
Jusuf Kalla, di Riyadh
Koffi Anan
Luhut Binsar Panjaitan, di kantornya
Mang Udel
Michelle Yeoh di Davos, Swiss
Neno Warisman, di sebuah kafe dekat Blok M
Penny Wong, beberapa kali
Prabowo Subianto, Presiden RI, beberapa kali
Ramos Horta, 2005, di Senayan Jakarta
Susilo Bambang Yudhyono, beberapa kali



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaset Pertama

Saya masih mengalami zaman kaset, dengan kaset pertama yang saya beli A-Ha yang ada lagunya Take On Me. Persis seperti di ilustrasi gambar ini, yang saya temukan melalui google image search.  Lagu Take On Me menurut saya saat itu sangat cool, sampai sekarang pun saya masih menganggap lagu itu coool dan masih sering mendengarkannya di mobil. entah mengapa, mungkin karena riff-nya yang khas. Lagu-lagu lain di kaset itu masih ingat juga, tapi kurang suka, seperti misalnya "Hunting High and Low" dan "The Sun Always Sun on TV" Setelah itu saya lama tidak pernah beli kaset karena untuk ukuran ekonomi keluarga saya saat itu harganya cukup mahal dan saya harus nabung banyak dari uang saku jajan. Sekitar tiga atau empat tahun kemudian baru saya "mampu" membeli kaset Barat lain, yaitu album Yngwie Malmsteen yang berjudul "Eclipse" dengan lagu Hitnya "Save Our Love". Saat itu selera musik saya sudah mulai berubah dari pop rock ke metal.

Susu Yogurt alias Laban

Dulu saya tidak suka yang namanya yogurt dan waktu kuliah di Inggris dulu selalu melihat dengan penuh keanehan teman-teman dari Turki dan negara-negara lain yang berkultur "dairy" melahap yogurt dengan nikmat. Sekarang di negeri Arab saya menemui benda sejenis yogurt yang bernama 'laban'. Ujud laban cair seperti susu sapi biasa tapi sebenarnya sudah difermentasi. Rasanya agak asem. Orang Indonesia yang pertama kali nyoba biasanya tidak doyan, tapi yang sudah doyan biasanya ketagihan. Laban paling nikmat diminum setelah makan nasi arab dan kambing. Bahkan ada orang-orang yang bisa menikmatinya dengan langsung mencampur minuman ini dengan nasi seperti kuah. Saya dulu juga sempat merasa aneh waktu pertama kali mencoba, Tapi setelah 4-5 kali jadi doyan. Konon laban ini bagus untuk pencernaan, apalagi yang berlabel " active ". Makanya sekarang saya langung main samber saja kalau bertemu laban dan sekarang udah memasukkannya ke dalam daftar wajib belanja rutin. Se...

Menggambar Kartun

Gara-gara sering baca majalah MOP waktu SD, SMP dan SMA (terutama di SMP), saya jadi suka corat-coret gambar kartun. Majalah MOP adalah majalah pelajar terbitan Semarang. Di majalah itu ada karya-karya kartunis favorit saya, almarhum Mas Goen yang belakangan baru tahu kalau nama asli beliau adalah Goenawan Pranyoto.  Saya pengin sekali bisa menggambar dengan gaya seperti beliau, tapi sepertinya saya gagal. Berikut adalah hasil coretan iseng saya setelah lebih dari 30 tahun kemudian. Saya harus mengubur cita-cita saya menjadi kartunis karena memilih karir lain.