Langsung ke konten utama

Green Tea Latte Sachetan

 


Iseng ngetes, dari 3 produk matcha/green tea latte instan ini manakah yang paling cocok di lidah saya? Tentunya tidak harus yang terbaik menurut selera umum ya. Sejauh ini saya baru coba rajin beli yang paling kanan (Allure) 

Allure rasanya pas, tidak terlalu manis, green teanya juga takarannya ok, tidak pahit. Sejauh ini aku cukup setia membeli produk ini.

Produk yang tengah (Karniel Latte7) sensasi green tea-nya memang lebih nendang, sedikit kurang manis memang, tapi itu justru yang saya suka. Bisa jadi alternatif rasa. 

Kiyora rasanya mirip Allure, sedikut lebih manis mungkin. Sepertinya ini juga cocok di lidah saya. Bisa jadi pesaing Allure.

Kesimpulannya, saya bisa menikmati ketiga produk ini. Sip lah, jadinya saya tidak harus terikat pada produk tunggal tertentu. 

Selera orang untuk green tea latte tentuya beragam. Ada yang suka versi agak pahit seperti punya Starbuck, atau juga ada yang sukanya manis banget seperti kutemui di beberapa kafe. 

(Repost dari Twitter saya, 31 Maret 2019)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menggambar Kartun

Gara-gara sering baca majalah MOP waktu SD, SMP dan SMA (terutama di SMP), saya jadi suka corat-coret gambar kartun. Majalah MOP adalah majalah pelajar terbitan Semarang. Di majalah itu ada karya-karya kartunis favorit saya, almarhum Mas Goen yang belakangan baru tahu kalau nama asli beliau adalah Goenawan Pranyoto.  Saya pengin sekali bisa menggambar dengan gaya seperti beliau, tapi sepertinya saya gagal. Berikut adalah hasil coretan iseng saya setelah lebih dari 30 tahun kemudian.

Susu Yogurt alias Laban

Dulu saya tidak suka yang namanya yogurt dan waktu kuliah di Inggris dulu selalu melihat dengan penuh keanehan teman-teman dari Turki dan negara-negara lain yang berkultur "dairy" melahap yogurt dengan nikmat. Sekarang di negeri Arab saya menemui benda sejenis yogurt yang bernama 'laban'. Ujud laban cair seperti susu sapi biasa tapi sebenarnya sudah difermentasi. Rasanya agak asem. Orang Indonesia yang pertama kali nyoba biasanya tidak doyan, tapi yang sudah doyan biasanya ketagihan. Laban paling nikmat diminum setelah makan nasi arab dan kambing. Bahkan ada orang-orang yang bisa menikmatinya dengan langsung mencampur minuman ini dengan nasi seperti kuah. Saya dulu juga sempat merasa aneh waktu pertama kali mencoba, Tapi setelah 4-5 kali jadi doyan. Konon laban ini bagus untuk pencernaan, apalagi yang berlabel " active ". Makanya sekarang saya langung main samber saja kalau bertemu laban dan sekarang udah memasukkannya ke dalam daftar wajib belanja rutin. Se...

Kaset Pertama

Saya masih mengalami zaman kaset, dengan kaset pertama yang saya beli A-Ha yang ada lagunya Take On Me. Persis seperti di ilustrasi gambar ini, yang saya temukan melalui google image search.  Lagu Take On Me menurut saya saat itu sangat cool, sampai sekarang pun saya masih menganggap lagu itu coool dan masih sering mendengarkannya di mobil. entah mengapa, mungkin karena riff-nya yang khas. Lagu-lagu lain di kaset itu masih ingat juga, tapi kurang suka, seperti misalnya "Hunting High and Low" dan "The Sun Always Sun on TV" Setelah itu saya lama tidak pernah beli kaset karena untuk ukuran ekonomi keluarga saya saat itu harganya cukup mahal dan saya harus nabung banyak dari uang saku jajan. Sekitar tiga atau empat tahun kemudian baru saya "mampu" membeli kaset Barat lain, yaitu album Yngwie Malmsteen yang berjudul "Eclipse" dengan lagu Hitnya "Save Our Love". Saat itu selera musik saya sudah mulai berubah dari pop rock ke metal.